Puisi Cinta untuk Wakil Kita

Puisi cinta untuk wakil kita

yrjglmknbvxccxswqiomjh
lkmjnhbguytrqwsxzxzxxxvbfgrds
njhbylkmyjtkmnbgvflmkjnhjnkm
jhyhgftrvmbnghfr

Jika tuan tak dapat mendengar suara dari bait diatas
benarlah kata mereka..tuan tak punya telinga
jika tuan tak dapat membaca paragraph diatas
benarlah kata mereka..tuan tak punya mata

jika tuan tak bisa menghayati makna dari kalimat diatas
benarlah kata mereka..tuan tak punya hati
jika tuan tak dapat menangkap pesan yang tertera diatas
benarlah kata mereka..kepala tuan tak ada isi

ketika tsunami menghancurkan sawah ladang kami
mengapa tuan malah asyik sendiri memanjakan birahi
ketika atap rumah kami tak mampu menahan abu merapi
mengapa tuan malah meminta gedung yang tinggi
ketika gempa bumi menewaskan anak istri kami
mengapa tuan malah pergi ke australi

ingatkah anda tuan
ketika tuan datang ke gubuk-gubuk kami dan berkata “kamilah sahabat karib”
namun sekarang laku tuan tak luput aib

ingatkah anda tuan
ketika tuan datang ke tempat-tempat peribadatan kami dan berkata “kamilah teman sejati”
namun sekarang dengan berani tuan mengiris perasaan kami
mengapa “kau campakkan dan kau telantarkan kembang yang kupersembahkan kepadamu..sepenuh hati”

 

Sumber

Dengan Cinta, Kuucapkan “Terima Kasih Guruku”

Dengan Cinta, Kuucapkan “Terima Kasih Guruku”

Berbicara tentang guru, tentang mereka yang luar biasa, tentang mereka yang tak kenal lelah dalam membimbing Sang Pencari Ilmu, tentang mereka yang senang saat anak didikannya sukses, tentang mereka yang turut bersedih saat putra-putri bimbingannya gagal namun tetap memberi semangat, tentang mereka yang bagaikan orang tua di sekolah, tentang mereka yang rela meluangkan waktu berharganya, tenaganya, dan pikiran luasnya demi murid-muridnya, tentang mereka yang begitu banyak jasanya, tentang mereka yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa…

Guru, kata yang terbilang pendek untuk mereka yang besar jasanya.

Siapapun, tentunya memiliki sosok guru yang lekat dalam ingatannya, ia lekat karena keikhlasan hatinya mengajarkan apa yang ia tahu, ia lekat karena ketulusan perilakunya yang menjadi contoh. Dan guru seperti ini tentu berbeda-beda bagi setiap orang, mungkin ia adalah guru matematika anda, mungkin ia adalah guru fisika anda, mungkin ia adalah guru Bahasa Indonesia anda, atau siapapun ia, namun sosok guru adalah orang yang begitu dekat dalam kehidupan kita. Kita mengenal guru –guru dalam pendidikan formal- sejak kita masih berada di Taman Kanak-kanak (TK), merekalah yang membuat kita nyaman bersekolah, kita lalu mengenalnya saat berada di Sekolah Dasar (SD), mereka turut mengajari kita membaca, berhitung, dan menulis di samping orang tua kita, lalu guru-guru kita di jenjang-jenjang berikutnya pun, mereka memberi pengajaran bagi kita, mereka berbagi ilmu dengan kita, bahkan mereka pun terkadang menjadi teman curhat kita, ah sungguh fleksibel sosok guru ini. Merekalah pelita kita saat kegelapan, merekalah penunjuk jalan kita.

Maka mereka layaknya matahari yang membakar semangat murid-muridnyanya,
maka mereka bagaikan hujan yang menyegarkan murid-muridnya,
maka mereka bagaikan matahari dan hujan yang menumbuhkan benih-benih kecerdasan dalam diri kita

Lanjut membaca

Sedekah yang paling Afdol

Dalam sebuah hadits terdapat penjelasan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai aktifitas bersedekah yang paling utama alias afdhol.

Tidak semua bentuk bersedekah bernilai afdhol. Bagi orang yang berusia muda dan sedang energik tentunya bersedekah memiliki nilai lebih tinggi di sisi Allah daripada bersedekahnya seorang yang telah lanjut usia, sakit-sakitan, dan sudah menjelang meninggal dunia.
Untuk itulah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memberikan gambaran kepada ummatnya mengenai sedekah yang paling afdhol.

Lanjut membaca