Kisi-kisi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2011/2012

Kisi-kisi Ujian Nasional untuk SMP, MTS, SMA, SMK

untuk dowload klik disini

atau disini.

<div style=”width:477px” id=”__ss_11124628″> <strong style=”display:block;margin:12px 0 4px”><a href=”http://www.slideshare.net/odisumantri14/kisi-kisiuntuksmpm-tssmplbsmamasmalbdansmk120112012-11124628″ title=”Kisi kisi-untuk-smp-m ts-smplb-sma-ma-smalb-dan-smk1-2011_2012″ target=”_blank”>Kisi kisi-untuk-smp-m ts-smplb-sma-ma-smalb-dan-smk1-2011_2012</a></strong> <div style=”padding:5px 0 12px”> View more <a href=”http://www.slideshare.net/” target=”_blank”>documents</a> from <a href=”http://www.slideshare.net/odisumantri14″ target=”_blank”>Odi Sumantri</a> </div>

Permasalahan Guru

Saat Idealisme guru di Gadaikan.

memasuki bulan januari, Kepala Sekolah, guru, dan orang tua mulai gelisah. Terutama bagi guru dan orang tua yang mempunyai anak di kelas akhir. Kelas yang akan menempuh ujian kelulusan, baik SD, SMP maupun SMK/sederajat, pada bulan ini adalah awal sosialisasi program ujian akhir sekolah bertaraf nasional (UN) untuk SD dan Ujian Nasional (UN) untuk SMP dan SMK/SMA.

Berbagai strategi mulai digagas pada awal semester dua. Meskipun ada juga sekolah yang sudah menyiapkan jauh-jauh sebelumnya. Namun kebanyakan awal semester dua ini mulai disosialisasikan. Selain sekolah menghabiskan materi untuk kelas akhir, juga menunggu informasi dari Dinas Pendidikan. Lanjut membaca

Guru yang dilecehkan oleh sebuah iklan mie.

Apakah anda pernah melihat sebuah iklan mie ini?

Apa yang terlintas dibenak Anda?

Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis tentang iklan ini, apalagi teman saya sempat memberikan status di Fecebook mengenai iklan ini.

Sangat melecehkan, kalau sepintas anda lihat pasti seorang Guru bukan? sebegitu rendahkah seorang guru hingga kepalanya di Injak oleh seeokor ayam. Guru yang seharusnya diberikan penghormatan atas jering payahnya mengajar yang telah memberikan cakrawala pemikiran kepada anak didiknya sehingga bisa menjadi sukses.

Teru terang saya tidak bisa menulis banyak tentang iklan ini, karena dada saya terasa sesak, bingung mau nulis apa.

Apa yang terlintas si pembuat iklan ini.

Semoga ini khilaf semata dan tidak terulang lagi dikemudian hari.

Empat Kompetensi Guru

Dr. Wina Sanjaya, M. Pd dalam bukunya, “Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan”menyatakan bahwa komptensi adalah perilaku rasional guna mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan.

Berdasarkan Permendiknas No. 16 Tahun 2007, guru harus memiliki empat kompentensi, antara lain:

1.  Kompetensi Padegogik

  • Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, cultural, emosional, dan intelektual
  • Menguasai teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik.
  • Mengembangkan kurikulum yang terkait mata pelajaran yang diampu.
  • Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik
  • Memanfaatkan TIK untuk kepentingan pembelajaran.
  • Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik. Lanjut membaca

Apakah Anda Guru Penentu Masa depan?

foto ibu Muslima.

Imam Ghozali memandang bahwa pekerjaan sebagai guru lebih mulia dibanding lainnya. Untuk itulah beliau memberikan kriteria bagi seorang guru. Guru bukan pekerjaan pelarian. Guru bukan pekerjaan asal mau. Guru yang diserahi tugas mengajar secara umum memiliki kriteria yang cerdas, sehat akal, memiliki akhlak yang baik, dan kuat fisiknya.

Selain sifat-sifat secara umum, Imam Ghozali memberikan sifat-sifat guru ideal, sebagaimana yang ditulis Dr. H. Abuddin Nata, MA dalam bukunya, Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam. Sifat sifat tertentu sebagai berikut: Lanjut membaca

Mulai disibukkan.

Bulan-bulan ini adalah bulan kesibukan bagi guru-guru dan Administrasi sekolah, mulai dari membuat soal praktek, soal UAS hingga mengoreksi hasil pekerjaan siswa, itupun bila yang lulus sesuai dengan KKM, mungkin ditambah lagi dengan anak yang mengulang.

sudah beberapa hari ini saya tidak mengisi blog, bisa jadi karena faktor lagi tidak semangat untuk mengisi blog dikarenakan kepadatan kegiatan sehari-hari.

Koreksian,…. alhamdullah koreksian saya di SD sudah selesai, tinggal diolah dan dimasukkan ke komputer.

SMK …. belum, karena ujian nya baru mulai senin kemarin sedangkan Pelajaran saya baru dimulai hari kamis esok, ditambah dengan ujian praktek yang akan dimulai pada Sabtu.

Terus terang ingin sekali membuat tulisan yang bermutu, mengalir alurnya, kata-kata yang ringan tapi begitu bermakna ditambah dengan data-data yang otentik, tapi saya belum bisa seperti itu…

Terkadang suka mentok, mau nulis apa.. ada memang ide yang akan ditulis, tetapi setelah ditulis, tulisannya terkadang terlalu memutar-mutar tidak sesuai topik.  terlebih penyusunan kata-kata yang menurut saya kurang menarik. Bila lihat blog-blog senior yang memang tulisannya asli dan tidak copas, saya merasa tertangtang untuk menulis sebaik mereka, mulai dari ide, tema atau mungkin kegiatan sehari-hari yang menurut saya layak untuk ditulis dan tentu saja tidak terlalu berat untuk pembaca.

segini dulu tulisan saya kaena tugas sedang menunggu untuk dikerjakan…

Tetap semangat…

 

 

 

 

Tujuh Kualitas Pendidikan Karakter

Rusworth Kidder dalam HOW Good People Make Tough Choises (1995) memeriksa tujuh kualias yang diperlukan dalam pendidikan karakter, yaitu Seven Es (Empowered, Effective, Extended into the community, Embedded, Engaged, Epistemological, Evaluative).

  1. Empowered (Pemberdayaan). Guru-guru harus diberdayakan untuk mengajar pendidikan berkarakter.
  1. Effective, Proses pendidikan harus efektif.
  2. Extended into the community, komunitas harus menolong sekolah untuk memahami nilai-nilai yang penting lantas mendukung program tersebut.
  3. Embedded, integritaskan seluruh nilai pada seluruh rangkaian kurikulum dan proses pembelajaran.
  4. Engaged, buatlah komunitas terlibat dengan menyodorkan topik-topik yang mereka rasa sangat penting.
  5. Epistemological, harus ada koherensi antara cara berpikir tentang makna etik dengan upaya menolong siswa untuk mampu menerapkannya secara betul.
  6. Evaluative. Bagi Kidder ada lima point yang harus diwujudkan dalam evaluasi manusia berkarakter. Bermula dari (a) kesdaran etik; (b) kepercayaan diri untuk berpikir tentang dan membuat keputusan etik; (c) kapasitas untuk menggunakan kepercayaan diri secara praktis dalam kehidupan seseorang; (d) kapasitas untuk menggunakan pengalaman praktis itu dalam komunitas; (e) kapasitas untuk menjadi agen perubahan untuk merealisasikan ide-ide etik ini dan menciptakan dunia yang berbeda.

disarikan dari buku Pedidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an, karya Bambang Q-Anees, M. Ag dkk.