Mengidentifikasi Karakter Anak Didik

Pengertian Identifikasi adalah kegiatan yang mencari, menemukan, mengumpulkan, meneliti, mendaftarkan, mencatat data dan informasi dari “kebutuhan” lapangan. Secara intensitas kebutuhan dapat dikategorikan (dua) macam yakni kebutuhan terasa yang sifatnya mendesak dan kebutuhan terduga yang sifatnya tidak mendesak.

Karakteristik adalah mengacu kepada karakter dan gaya hidup seseorang serta nilai-nilai yang berkembang secara teratur sehingga tingkah laku menjadi lebih konsisten dan mudah di perhatikan (Nanda, 2013). Selain itu, menurut Caragih (2013) karakteristik merupakan ciri atau karateristik yang secara alamiah melekat pada diri seseorang yang meliputi umur, jenis kelamin, ras/suku, pengetahuan, agama/ kepercayaan dan sebagainya.

Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.

Pengertian-pengertian diatas yang memberikan penyeimpitan makna dari judul agar tulisan saya ini tidak melebar kemana-mana, maklum baru bisa nulis. Keseharian yang dilakukan bertemu siswa yang memiliki karakter yang berbeda-beda, baik dari usia, latar belakang ekonomi hingga sikap dan tingkah laku.

ada sedikit curhatan saya yang ingin saya sampaikan dalam tulisan saya ini. Setiap anak didik memiliki kemapuan sendiri-sendiri, bagi kemampuan dalam kecerdasan, Kreatifitas, hobby dan lain-lain. apa yang saya alami dalam pembentukan karakter di anak didik saya. terus terang dalam melaksanakan kegiatan ada saya anak yang membuat saya pribadi, menyeritkan dahi, atau tersenyum sendiri. atau juga yang membuat kita naik pitam. untungnya saya selalu memandang meraka adalah anak saya yang harus saya didik dan saya sayangi.

lanjut lagi ya nanti, … P_20161108_085254.jpg

 

Antara Dua Dunia

Saya Re blog ya bu minta

hilangpermataku.wordpress.com

Hari gini tidak membangun rumah di dunia maya sangatlah rugi. Sebab apa? Sekarang ini untuk urusan silahturahmi manusia zaman sekarang weleh mana sempat. Mereka akan berkunjung ke rumah kita kalau ada undangan. Undangan khitan, pernikahan ,nah mereka baru menyempatkan ke rumah kita. Tetapi tidak untuk berkunjung ke rumah maya kita.

Padahal membangun dua rumah di dua dunia ini  sangat, sangat jauh berbeda. Beda dari segi biaya,waktu membangun, dan biaya perawatan. Untuk membangun rumah di dunia nyata, wah biaya sangat mahal bo,apalagi biaya perawatan kalau tak ada pembantu, cukup menguras energi kita untuk bersih-bersih. waktu membangunnya pun butuh waktu lama. Sementara di dunia maya tinggal hidupkan internet, klik. maka jadilah rumah maya kita.

Rumah di dunia nyata yang kita bangun dengan tetesan keringat kita, untuk mendapatkan keberkahan dari silahturami sekarang peluangan sudah sangat tipis. Kerabat, teman kita sudah sangat sibuk dengan urusan masing-masing. Sekedar bertandang untuk berha hi, mana ada dalam…

Lihat pos aslinya 91 kata lagi

Saat Aku ingin menangis…

Hari itu Jum’at 15 Januari 2016, adalah awal kaki saya meninggalkan smk sejahtera, terasa sesak di dada, berbicara dengan teman-teman di ruang guru… suara bergetar, nada suara parau tak tentu arah… kata-kata ingin diucapkan hilang semua, terhujani rintik-rintik air mata.. wajah teman-teman memandang saya dengan sendu..

IMG_20160115_105357

ah.. sebenarnya saya tidak ingin mengeluarkan air mata.

tapi ini beda … airmata sedih dan juga air mata haru .. dimana meninggalkan sahabat guru-guru di smk sejahtera yang sangat membangggakan … mereka yang membuat saya betah di sejahtera, kekeluargaan, persahabatan, canda, tawa bahkan kesedihan pun ada disana.. tapi kini saya harus rela meninggalkan mereka..

tepat dihari itu pula, saya berpamitan, meminta maaf, gulir demi guril air mata ini mengucur, tak tau arah..

ku titipkan pesan dan kesan untuk mereka…