Melatih Kesabaran

ilmu apa yang saya dapat pada hari ini, melihat suasana kelas yang hening ketika saya datang dan tatapan wajah murid saya menatap dengan rona wajah yang kaku.

Lalu saya berfikir, wah rupanya saya mulai ditakuti oleh mereka. Tentu saja itu adalah awal dari kemunduran saya dalam mendidik. terus dan terus berfikir bagaimana caranya agar murid saya pada saat melihat saya wajah mereka berubah sumringah.

berfikir dan terus berfikir akhirnya saya mendapatkan solusinya. yap saya ketemukan solusinya guman saya dalam hati. Sabar, itu kuncinya. mulai lah hari itu saya memberikan sedikit lawakan atau lelucon yang membuat mereka tertawa dan lupa akan pelajaran sesaat, betapa senangnya hati saya mereka keluar dari keteganga mereka. walaupun pembelajaran masih dalam koridor serius dan fokus. Tapi dasar namanya anak-anak tentu saya mereka berulang lagi, yap kesabaran yang dituntut oleh saya menghasilkan buah yang manis. semoga saya terus bisa belajar dan belajar untuk melatih kesabaran saya.