Permasalahan Guru

Saat Idealisme guru di Gadaikan.

memasuki bulan januari, Kepala Sekolah, guru, dan orang tua mulai gelisah. Terutama bagi guru dan orang tua yang mempunyai anak di kelas akhir. Kelas yang akan menempuh ujian kelulusan, baik SD, SMP maupun SMK/sederajat, pada bulan ini adalah awal sosialisasi program ujian akhir sekolah bertaraf nasional (UN) untuk SD dan Ujian Nasional (UN) untuk SMP dan SMK/SMA.

Berbagai strategi mulai digagas pada awal semester dua. Meskipun ada juga sekolah yang sudah menyiapkan jauh-jauh sebelumnya. Namun kebanyakan awal semester dua ini mulai disosialisasikan. Selain sekolah menghabiskan materi untuk kelas akhir, juga menunggu informasi dari Dinas Pendidikan.

Ada sekolah yang memberikan informasi secara bijak kepada orang tua, tetapi ada juga yang memberikan informasi dalam keadaan agak panik. Sekolah yang menyikapi ujian secara bijak memiliki tahap yang baik. Mulai dari persiapan pemetaan materi, pemetaan siswa, dan data yang lain untuk mendukung keberhasilan. Selain itu mengajakorang tua untuk menyiapkan dengan baik. Membangun kerja sama antara sekolah dengan orang tua.

Bagi sekolah yang menyikapi datangnya ujian akhir dengan panik sering membuat langkah yang salah. Sekolah yang panik sering kali disebabkan rasa takut yang berlebihan terhadap persiapan anaknya. Karena rasa takut itulah kemudian membuat strategi dengan mengorbankan idealisme seorang guru.

Guru bisanya memegang prinsip-prinsip mulai dalam mendidik anak. Prinsip itu meliputi kejujuran, kebenaran, dan keyakinan. Begitu menghadapi ujian, prinsip ini mulai hilang. Banyak sekolah menerapkan pengelompokkan agar mampu melakukan kerja sama saat menghadapi ujian. Bahkan tidak jarang guru membuatkan kunci jawaban untuk anak-anak.

Semoga Idealisme guru tidak lagi tergadaikan dengan adanya ketakutan menghadapi UN.

semoga.

7 pemikiran pada “Permasalahan Guru

  1. dan kasihan lagi karena kisah guru yang ngajar sekolah dipinggiran dijemput paksa oleh kepsek dan dimasukkan di ruang dengan kunci oleh kepsek. berhari hari ibu guru galau, ingin ke luar dari sekolah ia juga galau.ingin cerita sperti mendulang air muka terpecik. namun akhirnya keluar juga cerita krna tak tahan menanggung sendiri. pak odi ini kisah bukan fiktif tapi nyata adanya. betapa banyak guru yang idealisme terlindas akibat memaknai UN dengan berlebih lebihan.

  2. Saya pun sedang menyiapkan konsep dengan rancangan sendiri untuk anak didik. Mumpung masih ada waktu.

  3. kebetulan, tahun ini saya juga bakalan menghadapi UN. Informasi yang ada katanya untuk SMA ada 20 paket soal,๐Ÿ˜€ benar-benar sangat selektif.๐Ÿ˜€

  4. Kebalikannya,,, ketika anak sy mendapatkan kunci jawaban dari gurunya lalu sy melarangnya untuk menggunakannya. Anak sy menjadi depresi dan takut tidak lulus karena semua teman2nya mencontek kunci jawaban tsb.
    Syukurnya,,, ia lulus juga meskipun pas pasan.
    Salam.

  5. Inritmafoon is power and now I’m a !@#$ing dictator.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s