Saat Banjir menggangu aktivitas Belajar mengajar

Musim hujan sudah datang, dan banjir pun menghampiri. Hujan yang lumayan deras bisa langsung menggangu aktivitas belajar mengajar, terlebih daerah saya termasuk dataran rendah di Utara Jakarta. Hujan sedikit saja air sudah menggenangi jalanan terkadang sampai ke lapangan sampai pernah masuk ke dalam kelas.

Begitu rendahnya andil masyarakat dalam mengelola banjir, Jakarta Utara itu pasti akan datang tamu setiap musimnya, tapi bagaimana mengelola banjir itu agar tidak terulang terus-menerus. Bagi saya banjir itu sangat berakibat luas, mengenai sarana prasarana yang terendam banjir, anak didik menjadi turun nafsu belajarnya, hingga guru pun kena imbasnya.

Mengelola banjir disekolah kami memang tidak mudah, mulai dari peningkatan ketinggian kelas, hingga sekolah membangun lantai 2 dua untuk aktivitas belajar mengar, untungnya di daerah kami sudah dibuat waduk yang dapat mengurangi ketingian banjir.

Rendahnya kepedulian masyarakat disekitar mengenai sampah, mulai dari selokan yang menjadi selokan sampah, bukannya selokan air, rasa memiliki lingkungan yang rendah hingga mudah sekali menggampangkan sesuatu, seperti sampah. Jakarta itu sudah pasti akan banjir tetapi bagaimana banjir itu kita tanggulangi.

Kalau terus menerus banjir, pendidikan akan berdampak negatif  khususnya di Utara Jakarta yang sudah mulai naik angka ketinggian airnya.

Satu pemikiran pada “Saat Banjir menggangu aktivitas Belajar mengajar

  1. Memang di satu sisi masyarakat banyak menuntut pemerintah untuk berupaya menanggulangi segala masalah yang dihadapi dengan melakukan aksi demonstrasi ini dan itu,namun ada benarnya juga kalau kita sebagai anggota masyarakat lebih peduli dan lebih pro-aktif untuk menolong diri kita dan masyarakat kita sendiri untuk memperkecil masalah-masalah yang sebenarnya bisa kita kurangi jika kita mau berusaha memperbaiki kebiasaan /hal-hal kecil di sekitar diri kita sendiri spt yang Pak Odi sampaikan di atas ya Pak..
    Sepintas lalu sih kelihatannya sepele. Ah, masak sampah saya yang cuma secuil ini bisa mengakibatkan banjir..Tapi jika semua orang berpikir seperti itu dan tanpa peduli membuangnya sembarangan, tentunya akan berakibat kumulatif yang akan mengganggu kesejahteraan kita semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s