Komen disini untuk tugas BLog?

Ananda yang sudah mengerjakan tugas blog, atau masih belajar nge post dan ingin memberi tahu bapak bahwa kalian sudah punya blog.

ananda bisa komen disini, tapi kalian tidak boleh memasukkan alamat blognya karena di anggap spam oleh wordpressnya.

jadi untuk komen di blog bapak cukup kalian, masuk dulu ke wordpress lalu cari blog bapak, terus kalian bisa komen di mana saja, yang lebih bagusnya komen di post ini, jadi bapak bisa tahu dan langsung mengunjungi blog kalian.

terimakasih ….

Kutipan Buku Yang Menggugah!

rembulan diwajahmu

di sela rutinitas keseharian, terasa masih kosong atau masih ada yang kurang bila belum membaca buku, beberapa minggu-minggu ini banyak buku yang sudah saya beli tapi belum sempat saya baca.

mulai dari buku motivasi, novel, agama dan parenting.

di antara buku di atas, ntah kenapa saya masilh lebih sering membaca buku novel, terlebih bila novel tersebut karangan #tereliye. Dimana novel-novel beliau sangat imanjinatif, agamis, sedih, kecewa, lucu, campur aduk.

yang terakhir dari novel tereliye yang saya baca adalah Rembulan di wajahmu. asli ini novel keren banget, asli pake banget. ceritanya loncat-loncat, di awal kita akan diketemukan dengan anak kecil yang sedang menangis dan di akhir novel tersebut justru kita akan diketemukan dengan meninggal nya sang sosok cerita utama.

kalau saya boleh saran, jangan di lihat doang tuh novel, BACA asli sekali baca anda tidak akan berhenti sampai anda haus .. he he he

Berdiri disini

Bila esok akan kembali, ku tetap berdiri disini

menyusuri setapak-demi setapak kehadiranmu di sampingku

menyusuri susunan pazel yang kemarin kita lalui

menyibak awan berlari di pesisir pantai berkilauan.

menari diatas tawa tesedak tangis menghibah

kau tau??

aku tetap disini

berdiri disini.

menatapmu dari jauh, hingga jauh yang terlihat hanya fatamorgana yang indah mengelabuhi hati.

setiap langkah ku berdiri, tersibak bayangmu menjauh pergi.

jangan menyesal akan apa yang kita jalani,

jangan menyesal atas apa yang pernah kita lalui,

kau tahu, ini akan menjadi klasik usang di makan waktu

dan jadi tertawaan di masa tua kita nanti