PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA BERBASIS KONTEKSTUAL DI KELAS V SEKOLAH DASAR

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA BERBASIS
KONTEKSTUAL DI KELAS V SEKOLAH DASAR
Yuda Martin Anggriana, M.Pd.

ABSTRAK
Kurikulum 2013 menuntut guru untuk dapat mengembangkan bahan ajar dalam
setiap kegiatan pembelajaran. Hal ini berarti pembelajar perlu berinteraksi dengan
sumber-sumber belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian
dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar matematika berbasis
kontekstual yang valid, efektif, dan praktis untuk siswa kelas V Sekolah Dasar
dengan menggunakan four D model (4-D) yang dimodifikasi menjadi three D
model (3- D). Penelitian ini menggunakan rancangan analisis deskriptif , yang
terdiri dari data deskriptif kualitatif dan data dekriptif kuantitatif. Data yang
didapatkan dikonversikan berdasarkan kriteria kevalidan, kepraktisan, dan
keefektifan pada bahan ajar yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukan
bahan ajar matematika berbasis kontekstual valid, praktis dan efektif. Bahan ajar
yang dikembangkan memiliki kelebihan sehingga dapat dikatakan praktis dan
efektif. Bahan ajar yang dikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa
pada pembelajaran matematika materi jarak, waktu, dan kecepatan yang
didasarkan pada keefektifan bahan ajar.
Kata kunci: pengembangan, bahan ajar matematika, kontekstual

 

PENDAHULUAN

 

Mengingat pentingnya proses pembelajaran matematika, seyogianya
pembelajaran matematika di sekolah dasar diajarkan sesuai dengan kurikulum
yang berlaku. Perubahan dilakukan karena dianggap belum sesuainya kurikulum
yang berlaku dengan tujuan yang diharapkan. Permadi (2012) mengemukakan
Baca lebih lanjut

MODEL PELATIHAN BERBASIS ANDRAGOGI BERBANTUAN CMS MOODLE UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SD

MODEL PELATIHAN BERBASIS ANDRAGOGI
BERBANTUAN CMS MOODLE UNTUK MENINGKATKAN
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SD
Sri Giarti

ABSTRAK
Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan model pelatihan
mandiri yang dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru SD dalam menulis
PTK. Pelatihan selama ini belum dilakukan secara efektif, guru masih
mengandalkan pelatih tatap, guru masih tergantung dari pelatih belum belajar
mandiri, metode pelatihan yang ada belum dilakukan secara berkesinambungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pelatihan penulisan karya
tulis ilmiah berbasis andragogi berbantuan CMS Moodle. Penelitian ini dilakukan
dengan R & D mencakup dua tahapan. Pada tahap studi pendahuluan, dilakukan
kajian pustaka serta survei lapangan tentang model pelatihan yang digunakan
selama ini. Pada tahap pengembangan, dilakukan penyusunan draf model, validasi
ahli dan uji lapangan terbatas. Teknik analisis data menggunakan teknik uji beda
Mann-Whitney U test. Hasil R & D menunjukkan temuan: 1) model pelatihan
dilakukan melalui analisis, perencanaan, pengembangan, implementasi, dan
evaluasi; 2) tingkat validitas model berada pada kategori baik; dan 3) kompetensi
guru lebih tinggi dari sebelum menggunakan model.

Kata kunci: CSM Moodle; andragogi; kompetensi pedagogik.

Baca lebih lanjut

DILEMA GURU BERPENDIDIKAN S1 YANG TIDAK MEMILIKI SURAT IZIN BELAJAR

DILEMA GURU BERPENDIDIKAN S1

YANG TIDAK MEMILIKI SURAT IZIN BELAJAR
Haryadi Rusnawan

ABSTRAK
Penulisan karya tulis ini bertujuan mengangkat sebuah permasalahan yang
masih dialami oleh sebagian kecil guru, yaitu guru yang sudah berpendidikan S1
namun tidak memiliki Surat Izin Belajar. Sebelum adanya program sertifikasi
guru, pada umumnya guru Sekolah Dasar masih berpendidikan D2. Setelah
program sertifikasi guru digulirkan, para guru berbondong-bondong menempuh
pendidikan S1. Program tersebut yang mewajibkan guru berpendidikan S1
membuat para guru berusia lanjut memaksakan diri untuk kembali memasuki
bangku kuliah. Ketika banyak guru yang terpaksa kuliah S1 demi mendapatkan
gelar sarjana, ternyata ada sebagian kecil guru yang sudah berpendidikan S1
namun ijazahnya tidak diakui. Mereka adalah para guru PNS/CPNS yang
berpendidikan D2 yang melanjutkan kuliah kemudian memperoleh gelar sarjana
tanpa tahu menahu tentang aturan ijin belajar. Bisa juga karena Surat Ijin Belajar
belum turun hingga kuliah selesai. Resiko yang dialami oleh guru tersebut, ijazah
S1 yang mereka raih dengan susah payah tidak bisa diakui pada kenaikan tingkat
berikutnya.
Kata Kunci: dilema guru, ijin belajar, wajib S1

PENDAHULUAN
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, harus diawali
dengan meningkatkan kualitas pendidiknya. Seorang guru harus lulusan dari
sekolah yang memang dipersiapkan untuk menjadi pendidik yaitu SPG untuk guru
kelas, SGO untuk guru olahraga dan PGA untuk guru agama. Sama halnya dengan
dunia industri yang lebih mengutamakan karyawan dari lulusan SMK.
Seiring berjalannya waktu, untuk meningkatkan kualitas pendidikan maka
kualitas guru juga harus lebih ditingkatkan lagi. Dalam rangka pengembangan
Sumber Daya Manusia (SDM), guru sekolah dasar sebagai mana tertuang dalam
SK Mendikbud Nomor 0854/U/1989, tertanggal 30-12-1989 dan SK Dirjen Dikti
No. 178-Dikti/kep/1990 tertanggal 16-04-1990 tentang kualifikasi formal
Pendidikan Guru Sekolah Dasar harus ditingkatkan dari sederajat SLTA menjadi
Diploma (D-II) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Namun daerah-daerah
tertentu yang masih kekurangan guru, atau di daerah terpencil masih bisa
menerima guru lulusan sekolah pendidikan guru (SPG) dan sekolah guru olahraga
(SGO).
Baca lebih lanjut

Saat Aku ingin menangis…

Hari itu Jum’at 15 Januari 2016, adalah awal kaki saya meninggalkan smk sejahtera, terasa sesak di dada, berbicara dengan teman-teman di ruang guru… suara bergetar, nada suara parau tak tentu arah… kata-kata ingin diucapkan hilang semua, terhujani rintik-rintik air mata.. wajah teman-teman memandang saya dengan sendu..

IMG_20160115_105357

ah.. sebenarnya saya tidak ingin mengeluarkan air mata.

tapi ini beda … airmata sedih dan juga air mata haru .. dimana meninggalkan sahabat guru-guru di smk sejahtera yang sangat membangggakan … mereka yang membuat saya betah di sejahtera, kekeluargaan, persahabatan, canda, tawa bahkan kesedihan pun ada disana.. tapi kini saya harus rela meninggalkan mereka..

tepat dihari itu pula, saya berpamitan, meminta maaf, gulir demi guril air mata ini mengucur, tak tau arah..

ku titipkan pesan dan kesan untuk mereka…