Berkunjung dari keseharian

Saling berkomentar di blog dan saling mengjungi antar sesama blog adalah hal yang membuat kita menjadi lebih dihargai dan jumlah kunjungan semakin banyak, tentunya dengan blog yang memang mempunyai keinginan untuk memberikan konten yang bagus pada blognya.

Saya pribadi lebih banyak dikunjungi oleh anak didik saya dikarenakan tugas yang saya berikan kepada mereka. Blog wolking itu harus, bila kita ingin menimba ilmu dari dunia perblogkan, karena dengan saling berkunjung kita bisa saling berinteraksi antar sesama bloger dan bisa melihat lihat konten apa saya yang membuat bloglain banyak dilihat dan tentunya banyak dikomentari oleh sesama bloger.

Berikut ini adalah tips agar blog anda banyak dikunjungi oleh para bloger lain

  1. Isilah blog anda sesederhana mungkin, tidak usah banyak konten yang membuat orang lain tidak fokus dengan tulisan anda.
  2. Jadilah diri sendiri, dengan jadi diri anda lebih mudah bukan, lebih gampang dan tidak menyusahkan diri kita sendiri tentunya.
  3. Tulislah tulisan yang simpel, kecuali bila anda memang sudah ahli dalam bidang tertentu. Dengan tulisan yang simpel anda bisa memulai dari hal yang terkecil sekalipun, bisa aktivitas sehari-hari, cerita keluarga, cerita di sekolah atau dikampus atau mungkin cerita asmara anda anda bisa share diblog tentunya dengan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti.
  4. Menulislah dengan jujur, jangan meng copas tulisan orang, bila anda memang ingin mencopy tulisan orang, tolong diberikan sumbernya dari mana atau anda ambil dari blog siapa.

Selamat ber blog ria, jangan lupa berkomentar baik ya . .

Guru juga bisa “galau”

Setiap pekerjaan pasti ada konsekwensinya.

Salah satu kata semangat yang meng “galau”kan pikiran saya. Dimulai hari ini dan kemarin rutinitas di Akhir Ajaran adalah menilai koreksian anak, Ramedial, mengisi rapor SD, hingga persiapan untuk pindah-pindahan.

ya, pindah… ibarat, kita harus memilih masa depan atau masa sekarang.

masa depan yang tak kunjung datang, …..

Allah Swt sudah memberikan rezeki umat nya masing-masing, jadi saya tidak harus ngoyo untuk mendapatkan nya. Syukurnya saya sudah sertifikasi jadi tidak terlalu nyesak dengan “ngepulnya”dapur. Baca lebih lanjut